Aktivis Jakarta Minta KPK Periksa Gubernur Anis terkait Formula E

Aktivis Jakarta Minta KPK Periksa Gubernur Anis terkait Formula E

- in Default
90
0

Jakarta – Visioner.id Sejumlah orang mengatasnamakan Jaringan Aktivis Jakarta (Jarak) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 24/03/2021. Mereka menggelar aksi demonstrasi untuk meminta KPK menangani dugaan korupsi Formula E oleh Pemenrintah Provinsi DKI Jakarta.

Subandi Koordinator aksi menyebut bahwa PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak optimal dalam melakukan renegosiasi dengan pihak Formula E Operation (FEO), di mana harusnya bisa lebih banyak lagi dana yang telah disetorkan dapat ditarik kembali. “Ini harus didalami dugaan korupsinya, ini kerja yang ga optimal dan pemborosan”, tukasnya

Diketahui Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) DKI Jakarta telah menuntaskan audit terhadap penyelenggaraan Formula E. Hasil audit BPKP DKI Jakarta mencatat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan pembayaran kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E atas penyelenggaraan acara tersebut senilai 53 juta Poundsterling atau setara Rp 983,31 miliar pada 2019-2020.

BPKP mengungkap PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku BUMD yang ditunjuk untuk pembangunan infrastruktur Formula E telah melakukan renegosiasi FEO terkait penarikan Bank Garansi dan telah disetujui oleh FEO pada 13 Mei 2020. 

Atas permintaan itu, FEO mengabulkan terkait penarikan Bank Garansi, namun pembayaran fee atas penyelenggaraan tahap pertama musim penyelenggaraan 2020-2021 yang telah dibayarkan senilai Rp200,31 miliar, tidak dapat ditarik.

KPK diminta untuk tidak gentar mengusut kasus formula E. “Jangan gentar, ayo buktiin kalo KPK Hebat” ucap Subandi dalam orasinya.  Aksi berlangsung tidak begitu lama, massa membubarkan diri setelah membacakan tuntutan di depan gedung merah putih KPK RI. 

Facebook Comments