Silaturahmi Kader dan Alumni HMI Komisariat Teknik UIKA : Ikhtiar Membentuk Kader Militan dan Soliditas Organisasi

Silaturahmi Kader dan Alumni HMI Komisariat Teknik UIKA : Ikhtiar Membentuk Kader Militan dan Soliditas Organisasi

- in Default
63
0
Kegiatan silaturahmi HMI komisariat Teknik UIKA

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Cabang Kota Bogor melaksanakan kegiatan temu kader dan diskusi bersama alumni Sabtu, 27 Maret 2021.

Mengambil tempat di “Saung Bogang” Kampung Santri Sirojul Huda 3 kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan persaudaraan yang cair, menurut Heri Cokro sebagai tuan rumah kegiatan ini (yang juga tercatat sebagai alumni HMI) dia menyampaikan bahwa sifat egaliter HMI memang mengakar di tubuh organisasi mahasiswa tertua di Republik Indonesia ini.

Selanjutnya Cokro, begitu dia disapa, juga menambahkan, “Panggilan akrab ‘kakanda dan adinda’ atau ‘abang dan adik’ menjadi sapaan natural dalam interaksi para kader HMI dan alumninya, dari sini tumbuh istilah ‘berorganisasi lebih dari saudara’, nah dari sinilah kekuatan HMI terbentuk dalam semangat kekeluargaan yang kental”, pungkasnya.

Ketua umum HMI Komisariat Teknik UIKA, Iskandar mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah sarana merekatkan tali silaturahmi antara anggota HMI dan para senior atau alumninya, lebih lanjut dia manambahkan.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang mempertemukan kader HMI dengan alumninya sebagai upaya untuk memberikan bekal wawasan dan nasihat yang diharapkan bisa menguatkan komitmen kader dalam menjalani proses pendewasaan diri di HMI. ” Ujar Iskandar.

“Kebetulan yang hadir kali ini adalah kakanda Ridwan Arifin yang aktif sebagai Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor dan Kanda Heri Cokro sebagai tuan rumah disini,” lanjutnya.

Kegiatan silaturahmu kader dan alumni ini terungkap harapan dari alumni seperti yang disampaikan oleh Ridwan Arifin.

“Kita harus saling bisa berupaya untuk membesarkan satu dan lainnya, rangkul senior dan alumni untuk memback up kegiatan perkaderan,” Ungkap Ridwan.

Dalam pemaparan lebih lanjut, Ridwan mencoba merespon Kongres HMI ke XIII di Surabaya untuk dipandang sebagai ajang penyaluran aspirasi dan ekspresi Demokrasi kader HMI.

“Anggap Kongres itu hanya ajang permainan, ambil hikmahnya, meski pun sangat disayangkan jika Kongres kali ini tidak tampak mampu melahirkan ide dan gagasan baru HMI dalam merespon kondisi kekinian dinamika bangsa, harusnya hadir sebuah konsep perkaderan yang mampu menjawab tantangan zaman, respon HMI terhadap situasi negara atas segala macam isu yang berkembang seperti korupsi, penyimpangan dan pelanggaran HAM atas nama negara, penanganan pandemi covid 19, dinamika politik dan lain sebagainya terus dipastikan posisi HMI seperti apa?”

“Kedepan kader harus terus mengembangkan diri dan mengisi ruang-ruang kosong pengabdian terhadap bangsa yang tidak melulu politik. HMI Komsat Teknik mesti punya formula yang berbeda dengan yang lain, khususnya dalam proses pembangunan kompetensi keilmuan teknik, ruang itu harus diisi kader HMI yang kompeten dan profesional,” tegas Ridwan.

Kegiatan temu kader dan alumni Komisariat Teknik UIKA ini kemudian diakhiri dengan makan bersama nasi liwet ala santri Sirojul Huda 3, diskusi santai, doa dan pesan untuk memperhatikan kegiatan pasca Latihan Kader I HMI dengan kajian, diskusi dan aktivitas pengembangan organisasi agar lebih tanggap situasi dan mampu merespon perkembangan teknologi serta perkembangan zaman yang begitu cepat, masif dan kompetitif.

Facebook Comments