Dianggap Tak Berpihak ke Petani Garam, FPM Usir Achmad Ardianto dari Pulau Madura

Dianggap Tak Berpihak ke Petani Garam, FPM Usir Achmad Ardianto dari Pulau Madura

- in Default
185
0

Visioner – Jakarta Sekelompok pemuda asal Madura yang tergabung dalam Front Pemuda Madura (FPM) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan kantor BUMN pada Rabu, 31 Maret 2021. FPM melakukan aksi demonstrasi perihal pernyataan Dirut PT Garam, Achmad Ardianto yang mendukung impor garam.

Koordinator Aksi Syaiful Bahri mengatakan, aksi tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya sudah mendatangi kementerian BUMN dengan tuntutan yang sama meminta Erick Thohir segera memecat Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama PT Garam karena dianggap menyakiti dan tidak peka terhadap penderitaan petani garam.

“Aksi ini adalah aksi yang kedua, tentu tuntutannya masih sama yaitu copot Dirut PT Garam. Sudah berkantor di Madura namun belum peka terhadap kondisi petani garam di sana bahkan tanpa merasa bersalah mendukung impor garam yang jelas-jelas merugikan rakyat. Pejabat yang mendukung impor garam kemungkinan besar termasuk bagian dari mafia, makanya tegas kami sampaikan untuk mengusir Achmad Ardianto dari pulau Madura,” kata Syaiful.

Menurut Syaiful, sebagai Dirut PT Garam semestinya ada garda terdepan untuk melindungi petani garam agar tidak dirugikan oleh kebijakan pemerintah.

“Kami mendesak kepada Pak Erick Thohir untuk segera meencopot Achmad Ardianto sebagai Dirut PT Garam. Sebab, telah melukai hati petani garam dengan pernyataannya bahwa garam lokal tidak konsisten untuk memenuhi kebutuhan garam industri, sebuah pernyataan kontroversi yang hanya sebagai alasan untuk memuluskan rencana pemerintah untuk impor garam,” ujarnya.

Menurut Syaiful, tidak semestinya Dirut PT Garam mendukung kebijakan pemerintah untuk mengimpor garam karena sudah pasti tahu bahwa banyak garam petani yang belum terserap.

“Di tengah ketidak pastian harga garam bahkan stok masih banyak di masyarakat seharusnya menjadi perhatian khusus Achmad Ardianto bukan malah mendukung kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan petani,” paparnya.

Syaiful juga mendesak Menteri BUMN untuk memecat Achmad Ardianto karena belum mampu memberikan solusi terhadap keluhan petani garam terkait anjloknya harga dan tidak bisa mejamin swasembada garam nasional.

“Pak Erick harus segera mengambil kebijakan untuk mencopot Achmad Ardianto, PT Garam harus dipimpin oleh orang yang mampu menjamin kesejahteraan petani garam dengan menjaga stabilitas harga. Padahal sudah berkantor di Madura, daerah penghasil garam namun tidak paham kondisi petani garam. Kalau begitu, apakah masih berharap akan swasembada garam? kayaknya mustahil,” kesalnya.

Aksi berjalan lancar dan damai. Selain orasi aksi tersebut berlangsung tanpa memakai baju dengan teatrekal ada yang bertopeng foto Achmad Ardianto yang ditaburi garam.

Facebook Comments