Mahasiswa Minta Kapolri Bentuk Tim Khusus Tangani Ilegal Drilling di Sarolangun

Mahasiswa Minta Kapolri Bentuk Tim Khusus Tangani Ilegal Drilling di Sarolangun

- in Default
220
0

Jakarta– Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari Himsar Jaya, GMI dan APPJ melakukan aksi bersama didepan Gedung Mabes Polri pada Jum’at 16/04/2021. 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Kapolri Listyo Sigit mengevaluasi kinerja Kapolda Jambi dan Kapolres Sarolangun terkait marak nya ilegal drilling di Kabupaten Sarolangun yang tak kunjung tuntas ditangani. 

Fazin selaku korlap mengatakan kasus ilegal drilling sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, hingga terjadi pergantian Kapolda dan Kapolres Sarolangun kasus tersebut tak kunjung usai.

“Kami meminta Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolda Jambi dan Kapolres Sarolangun dalam menangani ilegal drilling yang ada di Kabupaten Sarolangun. Perkara ini tak kunjung usai, yang menyedihkan sampai hari ini yang menjadi korban penangkapn hanya masyarakat kecil yang mencari nafkah, sementara pemodal besar tetap kokoh dan tetap meraup keuntung. Ini sangat miris,” ujar Fazin.

Fazin Melanjutkan, ada dugaan main mata antara oknum-oknum aprat dengan pemilik modal besar yang ikut terlibat dalam ilegal drilling tersebut.

“Kami menduga ada oknum aparat yang main mata, bukti nya setiap kali razia yang kena hanya masyarakat kecil sementara pemodal besar makin berjaya, ilegal drilling ini meresahkan, merusak lingkungan,” kata Fazin. 

Fazin menjelaskan, ada temuan menarik terkait sumur-sumur yang diduga dilindungi oleh pihak-pihak tertentu sehingga tidak tersentuh razia aparat.

“Saya mendapat laporan bahwa, sumur-sumur minyak pemilik modal itu di beri tanda cat merah, supaya saat razia tidak di utak-atik, tidak disentuh dan dintutup, dan itu kita ada foto-foto nya, ini sangat memprihatinkan,” lanjut Fazin.

“Kita melakukan aksi demonstrasi di depan mabes Polri pertama meminta Mabes Polri membuat tim khusus serta turun langsung ke lapangan agar mengawasi semasa razia, lalu kita meminta dengan lantang agar Kapolri mengevaluasi Kapolda Jambi dan Kapolres Sarolangun sebagai pihak yang berkaitan dengan wilayah penembangan tersebut. Jangan lagi dirusak-rusak lingkungan  yanga ada di tengah masyarakat Sarolangun. Kami minta tanggapan yang serius dari Mabes Polri,” ujar Fazin.

Terakhir Fazin menyampaikan pihak nya akan terus berkonsolidasi dan mengajak seluruh mahasiswa Jambi di Jakarta untuk melakukan aksi di depan Mabes Polri jika tuntutan tidak di penuhi. 

“Kami akan konsolidasi lagi, akan datang lagi ke Mabes Polri dengan massa yang lebih banyak lagi untuk memastikan tuntutan kami terpenuhi,” tutup Fazin. 

Facebook Comments