Webinar Nasional LDMI Cabang Kabupaten Bandung: Bahas Dampak Invasi Israel-Palestina dalam Kacamata Ekonomi dan Politik Internasional serta Peran Indonesia dalam Penyelesaiannya.

Webinar Nasional LDMI Cabang Kabupaten Bandung: Bahas Dampak Invasi Israel-Palestina dalam Kacamata Ekonomi dan Politik Internasional serta Peran Indonesia dalam Penyelesaiannya.

- in Default
45
0
LDMI HMI CABANG KABUPATEN BANDUNG

(Annisa Siti Nurhaliza)

Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) Cabang Kabupaten Bandung mengadakan kegiatan Webinar Nasional pada Minggu, 6 Juni 2021 kemarin (6/6/2021). Webinar kali ini membahas dampak dari Invasi Israel terhadap Palestina dari sudut pandang Ekonomi dan Politik Internasional. Pembahasan ini langsung dipaparkan oleh 2 narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Tia Mariatul Kibtiah (Pengamat Timur Tengah dari Universitas BINUS) & Bintang Hidayanto (Deputi Staff Presiden Bidang Isu Strategis).

Tia Mariatul Kibtiah atau yang biasa disapa mbak Tia, mengatakan bahwa Gencatan senjata yang saat ini dilakukan bukanlah sebuah solusi karena hal ini bersifat sementara, konflik akan terjadi lagi selama Palestina belum merdeka. “Mediator yang terlibat agar kedua belah pihak melakukan ceasefire ialah UN (PBB), Mesir, Qatar dan Amerika Serikat”ujar Mbak Tia. Lalu dimana posisi Indonesia?

Dengan merefleksikan keberhasilan Mesir, Qatar dan AS menjadi mediator, Indonesia harus mengajak negara negara tersebut untuk fokus pada kemerdekaan Palestina dengan kekuatan diplomasi baik di OKI, GNB, PBB jika Indonesia tidak bersedia membuka hubungan diplomatik dengan Israel seperti yang dilakukan oleh negara negara Arab. Sehingga, Indonesia tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memberikan pressure kepada Israel untuk segera menghentikan aneksasi yang dilakukan kepada Palestina. Dengan catatan Israel harus menyetujui kemerdekaan Palestina dan menyetujui Two State Solution (Israel hidup berdampingan dengan Palestina secara damai sebagai 2 negara yang berdaulat).

Berdasarkan pengalaman yang dimiliki dalam mendalami keilmuannya mengenai Timur-Tengah ini pula, membawa mbak Tia untuk mengajak peserta Webinar untuk turut melihat sisi lain dalam konflik ini, sisi yang jarang dilihat orang pada umumnya. Karena ciri seorang akademisi, seorang intelektual ialah kritis dan rasional.

Pemaparan lebih lanjut lagi, disampaikan langsung oleh Bintang Hidayanto, salah satunya terkait kekuatan Israel dalam bidang teknologi yang cukup banyak. “Orang-orangnya maju dalam sektor teknologi dengan luar biasa, orang-orang yang baru berusia 20 tahunan sudah mulai merintis perusahaan (start-up) dalam berbagai sektor” ujar Mas Bintang. Startup Israel dalam berbagai sektor salahsatunya Startup Cybersecurity (Sentinel One-2013 dan Cynet-2015) dan AI (Accessibe-2018) yang bisa membawa Israel untuk mendapat julukan “Bangsa Mega Start-Up” mengingat pada tahun 2009 Israel sempat diistilahkan sebagai “Bangsa Start-Up”. Inovasi –inovasi dari Israel yang juga banyak digunakan ialah seperti Waze, Dual Lens Camera, Face ID of Apple dan masih banyak lagi.

Selain itu juga, Mas Bintang memaparkan terkait bagaimana Palestina dalam perspektif Hukum Internasional, kondisi politik Israel, serta upaya Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina seperti mendukung deklarasi kemerdekaan Palestina pada 16 November 1988, dukungan keuangan penuh untuk operasi kedutaan Indonesia di Palestina, Membangun rumah sakit di Hebron dan masih banyak lagi.

Dalam webinar ini pula, dihadiri oleh Faiz Zawahir Muntaha lulusan Program Studi Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia sebagai panelis. Beliau mengatakan bahwa hal yang perlu diingat ialah konflik ini bukanlah konflik agama namun ini ialah konflik perebutan wilayah dan krisis kemanusiaan. Maka, baik kedua narasumber juga panelis menekankan kepada peserta Webinar Nasional LDMI dan juga kader HMI lainnya untuk terus mengedukasi diri dan orang-orang dalam ruang lingkup terkecil sampai kepada masyarakat luas mengenai apa yang terjadi antara Israel dan Palestina ini, kemudian bagaimana dampaknya serta penyelesaiannya dan langkah terkecil yang bisa kita lakukan.

Facebook Comments