Joker Merah Mati Tangan (Sepenggal Kisah Romantik Anak Sekret HMI)

Joker Merah Mati Tangan (Sepenggal Kisah Romantik Anak Sekret HMI)

- in Fiksi
1309
0

Oleh : Rahmad Nasir

Sore itu seorang anak duduk di sudut Sekretariat sambil sesekali mengusap air mata yang perlahan-lahan keluar dari bola matanya, dunia seakan kelam bagi dirinya karena hidup terasa tidak berarti lagi untuk dijalaninya. Tragedi itu membuatnya trauma akan apa yang baru saja dialaminya.

Sosok yang dikenal pendiam dan tegas itu akhirnya menunjukkan sisi cengengnya, sang Kohati (sebutan untuk perempuan HMI) yang teramat disayanginya itu akhirnya harus dimiliki orang lain yang tidak lain adalah rekan perjuangannya sendiri. Hati mana yang tak sakit melihat orang yang ditaksir kini menjalin kemesraan dengan sahabatnya sendiri.

Teman-temannya pun tak tahan melihat penderitaan batin yang dialami Sam, mencoba menghiburnya dengan berbagai cara, ada yang menawarkan mentraktir makan bakso, jalan-jalan bertamasya ke destinasi wisata yang indah nan menarik, membelikan tissue untuknya atau bahkan mencari pengganti Kohati yang lain. Namun semuanya itu tak cukup untuk mengobati rasa sakit yang ia rasakan saat ini serta mengubah roman mukanya yang muram mendung menjadi lebih cerah. Dewi Fortuna ternyata tak berpihak padanya. “Ah… Tuhan begitu kejam pada diriku” gumam Sam dalam hati…

Kegagalan demi kegagalan sudah sering dialaminya, sakit demi sakit lewat rentetan waktu 2 tahun belakangan membuatnya tak percaya kepada anugerah Tuhan yang dinamakan cinta. Apakah si Kohati yang salah?, dirinya yang salah karena kebodohannya?, keadaan yang salah ataukah Tuhan telah menakdirkan demikian? Apakah ini sekedar cobaan dari sang pemberi cinta? Entah apa penyebabnya yang diketahui saat ini adalah kebencian yang berlebih terhadap sosok abstrak yang bernama Cinta. Cinta terkadang menjadi tidak adil bagi sebagian orang.

Sosok Sam hanyalah satu dari sekian banyak pelaku cinta yang dikorbankan demi cinta itu sendiri. Kalau memang cinta adalah anugerah indah dari Tuhan maka mengapa ada sakit dalam cinta?, mengapa ada air mata dalam cinta? Mengapa harus ada dinamika tragis dalam sebuah episode percintaan? Mengapa logika akal yang congkak itu sering kali menjadi bulan-bulanan perasaan dan bertekuk lutut kalah di hadapan perasaan? Kalau salah satu landasan cinta adalah ikhlas tulus mengapa harus ada rivalitas tak seimbang dalam cinta? Dan yang paling aktual mengapa ada galau dalam cinta? Mengapa… mengapa… mengapa dan mengapa? Sam harus berjuang keras dalam mencari jawaban atas segala pertanyaan yang diajukan sendiri buat dirinya, semua pelaku cinta termasuk konsultan cinta dan yang Maha mencintai, dia berharap kelak diberi pengetahuan jawaban atas semua pertanyaan kritis falsafah cinta itu.

Menjelang datang senja anak itu bolak-balik ke ruang depan, kembali ke ruang dapur, masuk lagi ke kamar, sesekali ke luar halaman sekret bahkan berdiri di dekat pekuburan yang terletak tak jauh dari sekret untuk sekedar menghirup udara kematian yang sedikit lagi mungkin akan menjemputnya, sembari memutar tembang manis malaysia dan beberapa lagu cengeng lainnya lewat sebuah laptop tua milik lembaga HMI, aktivitas aneh inilah yang dilakukannya berulang-ulang semacam siklus dalam sebuah sistem, hingga hari pun berganti.

Awal Ramadhan 1438 H, menjadi momentum dilematis antara kebahagiaannya menjemput purnama penuh berkah itu dan kesedihan romantik yang dialaminya. Warga sekret akhirnya ikut berempati dengan suasana yang dialami rekannya tersebut dengan berbagai cara untuk dapat mengatasi problem tersebut, “apa yang terjadi dengan diri abang? Ceritakan pada kami biar bisa legah” tanya salah satu anggota komisariat yang juga adalah penghuni sekret, namun jawaban yang didapat hanyalah tatapan penuh kebisuan yang tidak bisa ditafsirkan dan dimaknai sebagai sesuatu yang sunyi.

Bagaimana tidak, Kohati yang sudah ditaksirnya sejak menginjakkan kaki di arena LK I (tahapan awal masuk HMI) itu, telah membuatnya banyak mengorbankan waktu, tenaga, fikiran bahkan materi hanya semata-mata untuk meluluhlantahkan hati sang pujaannya ternyata semuanya berakhir dengan kesia-siaan belaka, berapa banyak waktu yang dia gunakan untuk memikirkan gadis manis itu? Berapa banyak tenaga yang dikuras untuk melayani segala kepentingan dan kebutuhan gadis manja itu? Sam telah membuat telkomsel menjadi kaya karena telah menjadi pelanggan setia yang paling banyak menggunakan pulsa hanya untuk mendengarkan suara merdu sang Kohati, berapa banyak duit yang telah dipakai untuk menyewa konsultan dalam problem cintanya? Semua itu sebenarnya dilakukan tanpa mengharapkan apa-apa kecuali hanya ingin mendapatkan gadis idamannya tersebut.

Namun sayang dibalik sayang, saat hari H di suatu agenda organisasi dia ingin menyatakan cintanya pada sang Kohati. “dinda, sebenarnya kanda sangat mencintaimu, maukah dinda menjadi seseorang yang special dalam hidup abang?” Sam sangat kaget tertegun mendapatkan jawaban yang tak disangka-sangka, “abang, dinda mohon maaf, sebenarnya dinda sangat mencintai abang dan itu telah adinda tunjukkan lewat segala sikap terhadap abang selama ini, dinda sudah menunggu lama kapan abang mengutarakan itu padaku, mohon maaf sekali lagi satu jam yang lalu dinda sudah menerima tawaran cinta dari sahabatnya abang” bumi yang dipijaknya terasa berputar sebuah penyesalan yang ditakdirkan selalu datangnya terlambat, segala perasaan negatif (sedih, menyesal, malu, kecewa, sakit hati) menghinggapi hati dan alam fikirannya. Mungkinkah inilah yang diistilahkan “KARTU JOKER MERAH MATI DI TANGAN” nasi sudah menjadi bubur. Sam tidak mungkin memarahi sahabat perjuangan karena memang tidak pantas karena dalam kesadarannya mencintai dan dicintai adalah hak setiap insan manusia.

Kendati pun demikian, Sam yang malang itu masih bisa menjalankan aktivitas amalan di bulan penuh rahmat itu. Shalat fardhu, shalat tarwih, tadarus, puasa serta amalan lainnya dapat dikerjakan dengan baik meskipun suasana kebisuan tetap menjadi ikon komunikasinya baik dengan sesama warga sekret maupun dengan Tuhannya.

Mungkin Sam sedang melakukan protes terhadap Tuhan, ataukah memohon pertolongan untuk dikuatkan dari problem romantika yang dia alamai saat ini? Ataukah sekedar menjalankan ibadah ritual belaka yang tidak lain adalah kewajiabannya sebagai muslim? Warga sekret hanya bisa berdo’a dan berharap semoga dengan pengalaman empirik yag demikian membuat rekannya Sam dikuatkan dalam mengahadapi cobaan romantik dari Tuhan serta senantiasa bangkit dari keterpurukan sembari mengambil hikmah dari segala cuplikan hidup untuk memulai pergerakan cinta yang baru dengan semangat baru. SEMOGA…!

Facebook Comments