5 alasan mengapa harus menolak dan menarik diri dari CSI

5 alasan mengapa harus menolak dan menarik diri dari CSI

- in Kesra
1415
0

5 alasan mengapa harus menolak dan menarik diri dari Koperasi Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) :

1. Telah terjadi fakta hukum atas diblokirnya rekening CSI oleh pihak Bank Mandiri Cirebon (28 Nopember 2016) atas permintaan Bareskrim Polri;

2. Ditangkapnya 2 (dua) orang pimpinan CSI oleh Bareskrim Polri karena dinilai sebagai “lembaga investasi bodong” alias tidak berijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK);

3. Berhentinya pentransferan sharing fee kepada anggota sejak terjadinya dua fakta tersebut di atas, dan tidak ada kejelasan tindak lanjut sebagai pertanggungjawaban pihak CSI;

4.  Fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia dan PBNU terkait pengelolaan investasi yang dilakukan CSI;

5. Bahwa pemblokiran rekening CSI bukanlah termasuk dalam kondisi force majeure sebagaimana  termaktub dalam perjanjian yang ada.  Sebab dalam pasal 8 ayat 2 yang dimaksud dalam keadaan force majeure terdapat frase “ Berhenti/terganggunya operasional bank yang digunakan para pihak”, sebab pada faktanya yang terjadi adalah pemblokiran rek CSI bukan operasional bank nya yang berhenti/terganggu.  Operasional Bank mandiri yang digunakan para pihak tetap berjalan dengan baik.

Atas dasar 5 alasan tersebut di atas maka Komunitas Untuk Penataan Kebijakan Publik (KomunaL) mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan RI dan Mabes Polri dalam menertibkan lembaga investasi bodong yang berkembang di Indonesia, dan memantapkan Gerakan Masyarakat Cerdas Investasi secara nasional; serta menghimbau masyarakat anggota CSI untuk mawas diri agar tidak terjebak dan melepaskan diri dari jeratan kasus lembaga investasi bodong, termasuk diantaranya CSI; untuk itu kami membuka layanan edukasi dan advokasi bagi masyarakat yang menjadi anggota CSI guna melaporkan segera kasus terkait kepada Bareskrim polri dan OJK RI guna penyelamatan aset-aset yang dimiliki agar tidak turut tenggelam dalam ranah hukum bersama CSI.

Cirebon, 20 Desember 2016.

Hery Susanto (Direktur Eksekutif KomunaL)

Facebook Comments