PSDA PBHMI : Sudah waktunya BBM Ramah lingkungan

PSDA PBHMI : Sudah waktunya BBM Ramah lingkungan

- in Liputan Diskusi
103
0

Jakarta, – Merespon rentannya isu lingkungan khususnya kualitas udara kota-kota besar akibat penggunaan kendaraan bermotor, Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pemerintah masifkan kampanye pengunaan Bahan bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan kepada masyarakat.

“Harus diakui, bahwa secara ekologis, kualitas udara Indonesia, khususnya di kota-kota besar saat ini sedang dalam taraf yang mengkhawatirkan. Bahkan lebih beresiko dari bahaya rokok” ungkap Fungsionaris PB HMI Saddam Syarif dalam serial diskusi publik via webinar Zoom Meeting pada Sabtu (12/09).

Menurutnya, penyebab utama tinggi polusi udara adalah penggunaan BBM dengan tingkat indeks oktan yang rendah seperti BBM jenis premium dan pertalite yang masih menjadi primadona pengguna kendaraan bermotor Indonesia.

“Kami menilai Pemerintah melalui kementrian dan lembaga terkait berkewajiban memahamkan masyarakat akan bahaya penggunaan jenis BBM yang sangat berisiko bagi kualitas udara dan secara otomatis menggangu kesehatan dan kualitas hidup masyarakat ini”, terang Sadam.

Pemerintah, tambah Sadam, harus secara konsisten mendorong penggunaan BBM yang rendah emisi karbonnya demi tercapainya komitmen pemerintah dalam mewujudkan indonesia sebagai negara ramah lingkungan, Di samping harus tetap memperhatikan daya beli masyarakat dengan insentif fiskal berupa subsidi yang proporsional.

“Bijaksananya, Masyarakat seharusnya turut mengambil bagian dalam memulihkan tingkat polusi udara ini dengan menggunakan jenis BBM yang lebih ramah lingkungan seperti pertamax. Di sisi lain secara otomotif penggunaan BBM berkualitas oktan rendah juga berisiko bagi mesin kendaraan akibat sistem pembakaran yang tidak sempurna”, ujar Saddam menyarankan.

Turut hadir sebagai pemateri dalam webinar diskusi publik dengan tema “Sudah waktunya BBM Ramah lingkungan” tersebut ketua bidang Pengembangan Sumber daya Alam (PSDA) PB HMI Andi Satria mengingatkan bahwa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, merupakan payung hukum yang sudah saatnya diterapkan secara konsekwen oleh pemerintah.

“Penggunaan BBM jenis premium dan pertalite sudah tidak relevan dengan sistem tata kota modern yang mensyaratkan kebersihan lingkungan dan bebas polusi seperti ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya” ungkap Satria.

Sebagai kesimpulan, moderator diskusi publik Ardiman memimpin puluhan peserta diskusi, secara virtual mendeklarasikan penggunaan BBM ramah lingkungan sebagai komitmen bersama milenial Indonesia khususnya dalam berkontribusi terhadap isu lingkungan hidup Indonesia. (CQ)

Facebook Comments