PP KAMMI Dorong Indonesia Segera Gunakan BBM Ramah Lingkungan

PP KAMMI Dorong Indonesia Segera Gunakan BBM Ramah Lingkungan

- in Liputan Diskusi
95
0
Susanto Triyogo, Pjs Ketua Umum PP KAMMI Periode 2019-2021

Jakarta,Visioner– Pengurus Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melalui Pjs Ketua Umum Periode 2019-2021 Susanto Triyogo menyambut baik rencana pemerintah untuk segera mendorong masyarakat Indonesia menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan.

Belum lama ini, Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati juga menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung langkah pemerintah tersebut, dan akan melakukan peninjauan kembali penggunaan BBM beroktan rendah di bawah RON 91.

Hal ini mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal Research Octane Number (RON) 91 guna mendorong BBM yang lebih ramah lingkungan.

“Semangat untuk membawa Indonesia lebih mengutamakan BBM ramah lingkungan, sejalan dengan platform Jayakan Indonesia 2045 yang KAMMI inisiasi. Bahwa pada masa depan selain SDM yang unggul juga harus dibarengi dengan penggunaan energi yang ramah lingkungan. Saya menyambut baik dan mengapresiasi rencana Pertamina ini,” terang Susanto.

Dalam kesempatan lain PP KAMMI Bidang Energi, Sumber daya alam dan lingkungan (ESDAL) ikut mendukung rencana penggunaan BBM yang ramah lingkungan untuk segera terealisasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua PP KAMMI Bidang ESDAL Muhammad Naufan Rizqullah, dalam diskusi ESDAL PP KAMMI secara virtual yang diselenggarakan Selasa, 22 September 2020 bertajuk “Indonesia Menuju Penggunaan BBM Ramah Lingkungan”.

Hadir pula dalam diskusi itu Ketua PP KAMMI Bidang Perguruan Tinggi dan Mahasiswa, M Khanif Nasukha, dengan peserta diskusi seluruh kader KAMMI se-Indonesia.

“Indonesia saat ini masih menggunakan spesifikasi BBM Euro 2, sedangkan seluruh dunia sudah menggunakan spesifikasi Euro 4. Jadi Indonesia ini masih cukup tertinggal dibandingkan negara lain,” kata Naufan dalam pemaparannya.

Naufan juga menuturkan, berdasarkan studi Bappenas, Indonesia juga harus mengarusutamakan kerangka kerja Pembangunan Rendah Karbon (PRK) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. Maka ini perlu dikawal dan mendapat dukungan dengan berbagai elemen khususnya mahasiswa dalam hal ini PP KAMMI bidang ESDAL untuk mendorong segera penggunaan BBM ramah lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, M Khanif Nasukha dalam pemaparannya juga mengatakan bahwa penggunaan BBM ramah lingkungan adalah suatu kepastian yang akan datang. Namun masyarakat juga harus disiapkan dan diedukasi, mengingat rencana penghapusan BBM jenis Premium RON 88 dan Pertalite RON 90 masih menjadi polemik dan pro-kontra di masyarakat.


Facebook Comments