Bidang ESDA & LH PP GPII Dukung Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

Bidang ESDA & LH PP GPII Dukung Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

- in Default, Migas
77
0

Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) mendukung rencana Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan energi bersih, diantaranya dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ramah lingkungan.

Dukungan ini diungkapkan Ketua Bidang ESDA & LH PP GPII Achmed S Anwar dalam diskusi bertajuk “Indonesia Ramah Lingkungan Atau Darurat Lingkungan?” yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, 15 September 2020.

Menurut Achmed, lingkungan yang bersih dan udara yang sehat adalah hak setiap warga negara Indonesia dan hal itu diatur dalam Undang-undang. Oleh karena itu menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab setiap anak bangsa.

Disisi lain, agama (Islam) juga mengajarkan bahwa salah satu tugas manusia adalah menjadi “khalifah fill ard” yakni wakil Allah SWT dimuka bumi untuk memakmurkan bumi, bukan merusaknya.

“Atas dasar itu maka kami pemuda-pemudi sebagai anak bangsa menjaga dan merawat lingkungan,” ujarnya.

“Melihat fenomena lingkungan yang tidak baik dewasa ini, kami sangat mendukung pemerintah dalam hal penggunaan energi bersih di seluruh wilayah Indonesia, antara lain dengan penggunaan BBM ramah lingkungan yang sesuai dengan Permen KLHK No.20 Tahun 2017,” lanjut Achmed.

Pada sisi lain, tambahnya, pemerintah perlu melakukan secara masif sosialisasi pentingnya BBM ramah lingkungan standar euro 4 dan secara bertahap menghapuskan BBM RON rendah yang terbukti sangat mencemari udara akibat emisi karbondioksida.

“Tentu saja tugas dan tanggung jawab ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah tapi perlu adanya kesadaran dan komitmen seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu menciptakan udara bersih dan lingkungan yang lebih sehat demi kualitas hidup yang lebih baik dimasa depan,” jelas Achmed.

Ia pun menambahkan, ramah lingkungan merupakan agenda penting yang harus digelorakan. Mengingat, kerusakan lingkungan akan berakibat buruk pada pembangunan bangsa di masa-masa yang akan datang.

“Kami dari bidang ESDA & LH Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia merasa terpanggil atas persoalan lingkungan dari tahun ke tahun yang tidak menunjukkan perbaikan,” tegasnya.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi ramah lingkungan pada masyarakat luas sebagai kontribusi kongkrit untuk bangsa yang lingkungannya bersih dan sehat,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Bakornas LEPPAMI PB HMI, M Jusrianto. Menurutnya berbagai macam problematika mulai dari soal reklamasi, kebakaran hutan, sampah plastik, sawit dan sampai pada energi telah menimbulkan lingkungan yang tidak ramah. Ditambah lagi pemerintah belum optimal menjadikan ramah lingkungan menjadi landasan utama pembangunan nasional.

“Hal yang harus disadari bersama bahwa lingkungan yang sehat, aman dan bersih dari segala bentuk ancaman harus dikembangkan dan dijaga pemerintah untuk keberlangsungan kehidupan ekologi dan manusia. Salah satu ikhtiar mewujudkan itu adalah mereduksi peningkatan polusi dengan peralihan dari unrenewable energy ke renewable energy,” jelas Jusrianto yang juga menjadi Pembicara dalam diskusi tersebut.


Facebook Comments