Hadapi Krisis Akibat Pandemi, Korona Watch Salut Semangat Pertamina

Hadapi Krisis Akibat Pandemi, Korona Watch Salut Semangat Pertamina

- in Migas
84
0

JAKARTA – Ketua Korupsi Nasional Watch (KORONA WATCH), Fadli Rumakefing mengaku salut atas semangat yang ditunjukkan PT Pertamina (Persero) dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini, akibat pandemi Covid-19. Ia berharap, segenap elemen bangsa utamanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat meneladaninya, sehingga bangsa ini mampu sama-sama bangkit kembali dan maju kedepan.

“Saya sempat curiga atas kerugian Rp 11 triliun yang dialami Pertamina baru-baru ini. Namun setelah saya selidiki, ternyata semua itu karena pengorbanan BUMN energi itu yang amat besar pada negeri ini,” ungkap Fadli dalam diskusi bertajuk “Pertamina Merugi Untuk Siapa?” yang digelar Korona Watch di Jakarta, Sabtu, 19 September 2020.

Fadli menjelaskan, selama pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu, Pertamina pun menghadapi cobaan yang sangat berat. Antara lain volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang turun drastis hingga 26%, dan di beberapa daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penurunan volume penjualan pernah mencapai 50%.

Disaat yang sama, nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dollar AS, menyebabkan tekanan finansial. Karena pembelian bahan mentah untuk proses produksi Pertamina harus dengan Dollar AS, sedangkan pendapatan yang masuk dalam Rupiah.

Bukan hanya itu, harga minyak mentah Indonesia pun turun ke level terendah dalam sejarah, menyebabkan terganggunya cashflow. “Kondisi ini sangat memprihatinkan, namun kami lihat kontribusi Pertamina untuk negeri sama sekali tidak berkurang,” ujar Fadli.

Bisa kita lihat, ujarnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak ada yang berhenti sama sekali. Selain itu, Pertamina tetap bertahan dengan 1,1 juta karyawannya, tidak satu pun yang di-PHK, termasuk karyawan outsourcing. Padahal perusahaan lain dengan total nilai asset yang mendekati Pertamina, sudah banyak yang mem-PHK karyawannya.

“Pertamina paham, merugi bukan berarti bangkrut. Merugi bukan berarti mati. Pertamina memahami bahwa kejadian ini tidak hanya terjadi pada mereka saja, namun pada seluruh perusahaan migas di dunia,” papar Fadli.

Fadli pun mengaku, Korona Watch sudah melakukan studi perbandingan. Dan ditemukan bahwa jika dibandingkan dengan perusahaan migas lain yang memiliki total asset mendekati Pertamina, kerugian Rp 11 triliun yang dialami Pertamina jauh lebih kecil.

“Semangat yang patut diteladani BUMN lainnya adalah dengan kondisi penuh ujian, dengan kondisi merugi, Pertamina tetap memastikan ketahanan energi Indonesia terjaga. Pertamina tetap menjalankan tugas membangun dan mengembangkan kilang-kilang dengan investasi besar agar tercapainya Ketahanan Energi Indonesia di masa mendatang,” tandasnya.

Tahukah Anda, kata Fadli, disaat kondisi sulit akibat pandemi, Pertamina malah mengeluarkan bantuan yang mencapai Rp 850 miliar melalui program Pertamina Peduli untuk membantu Indonesia dalam penanganan covid.

Belum lagi Aset-aset pertamina disulap menjadi Rumah Sakit Siaga Penanganan Covid. Seluruh dokter, perawat dan tim medis dilingkungan Pertamina diserahkan untuk mendukung program pemerintah demi penanganan covid yang baik.

“Ini semua karena apa? Karena Pertamina cinta Indonesia. Semangat inilah yang patut kita teladani bersama, utamanya oleh BUMN-BUMN di seantero negeri ini,” tukas pemuda asal Maluku ini.

Di akhir diskusi, Fadli juga mengingatkan para pemuda Indonesia untuk terus bangkit bersama, guna menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

“It is not what the country can do for you. It is what you can do for your country. Jangan tanyakan apa yang diberikan negeri ini padamu, tapi bertanyalah apa yang sudah kau berikan untuk negeri ini?,” pungkasnya.


Facebook Comments