Mencari Fungsi Komite Nasioanal Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Bumbu di Tengah Multidimensi Daerah

Mencari Fungsi Komite Nasioanal Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Bumbu di Tengah Multidimensi Daerah

- in Opini
481
0
MN Arifin, Penggiat Diskusi Komunitas Lingkar Bersujud

Sejarah bangsa Indonesia memang tidak lepas dari peran pemuda. Setiap perubahan besar dalam perjalanan bangsa ini senantiasa di inisiasi oleh para pemuda. Hal itu juga yang dinyatakan olehPramoedya Ananta Toer, seorang penulis Tetralogi Buru,  Prampernah menyatakan bahwa sejarah Indonesia dimiliki oleh angkatan muda. Hal ini bisa dilihat dari peran Golongan Muda sebelum dan pasca kemerdekaan. Tentunya kita perlu mengingat pada tahun 1908, dimana lahir sebuah organisasi Boedi Oetomo sebagai organisasi pertama pada masa pergerakan nasional yang didirikan oleh pemuda-pemuda School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten atau STOVIA, setelah itu para pemuda Indonesia kembali membuat gebrakan, pada tanggal 28 oktober 1928 Berbagai organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia berkumpul dalam acara Kongres Pemuda, yang menciptakan Sumpah Pemuda. Sumpah tersebut mendeklarasikan persatuan nusa, bangsa, dan bahasa Indonesia. Sejak itu, 28 Oktober dirayakan sebagai hari Sumpah Pemuda. Peran pemuda tidak cukup sampai disini dalam masa kemerdekaan golongan pemuda kembali menunjukan perannya dimana pada saat itu golongan pemuda menculik Soekarno dan Muhammad Hatta ke Rengasdengklok untuk memaksa kedua Proklamator memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Perjungan pemuda kembali berlanjut tepatnya ketika rezim orde baru berkuasa, menurut Yatun, gerakan mahasiswa 1998 tidak muncul begitu saja, namun memanfaatkan iklim anti-Orde Baru yang sudah dipupuk mahasiswa sejak 1970-an.Gerakan mahasiswa 1998 awalnya dipicu oleh krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada akhir 1997. Krisis ini berdampak sangat buruk pada kelas menengah serta mempercepat proses deligitimasi Soeharto. Akhirnya pada tahun 1998 rezim orde baru tumbang dan Indonesia memasuki babak baru yaitu era reformasi.

Jika kita lihat dan amati dalam konteks hari ini khususnya di kabupaten tanah bumbu gerakan pemuda terkesan momentual, lamban dan oportunisme begitu pula dengan  organisai kepemudaan nya yang tidak terlalu kelihatan perannya ditengah problematika dearah yang terus menghampiri masyarakat dan juga problem kepemudaan yang begitu banyak, padahal ditanah bumbu banyak terdapat organisasi yang seharusnya bisa menjadi episentrum gerakan dan wadah pemuda yang diharapkanbisa membawa solusi penyelesaian problem kedaerahan yang terus menghampiri masyarakat. Ditengah problematika semacam ini tentunya kita menantikan peran organisasi-organisasi daerah seperti  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk ikut ambil bagian mengatasi problemtika tersebut. Jika dilihat dari fungsinya sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI memiliki empat fungsi diantaranya, KNPI sebagai wadah perjuangan pemuda dalam kehidupan kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan, berfungsi sebagai forum komunikasi dan penyalur aspirasi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dalam meningkatkan derajat, taraf hidup, status dan kesejahteraan sosial, Sebagai perekat kemajemukan pemuda, dalam rangka meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan nasional guna mempercepat usaha pencapaian tujuan nasional, Sebagai laboratorium kader bangsa yang independen dan berwawasan kebangsaan. Sehingga dalam hal ini tentunya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Bumbu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap problem pemuda dan organisasi pemuda yang ada di Kabupaten Tanah bumbu.Namun saat ini KNPI Tanah Bumbu kehilangan fungsinya hal ini bisa dilihat dari banyaknya problem kepemudaan dan daerah, KNPI tidak kelihatan hadir mencoba untuk memberikan solusi atas problem tersebut.

Problem Kedaerahandan Hilangnya Fungsi KNPI Tanah Bumbu

Ditengahmultidimensidaerah yang terjadi yang terus menghampiri masyarakat seperti masalah pencemaran air, kesimpang siuran terkait pelayanan kesehatan dan masalah banjir, ditambah lagi dengan perhelatan pilkada yang baru saja selesai yang dimana dalam perhelatan itu menggunakan praktek-praktek yang tidak sehat sepeti isu identitas, penyerangan-penyerangan personalia dan yang paling parah adalah praktek-praktek politik uang yang begitu masif dilakukan secara gamblang tentunya praktek semacam ini merupakan praktek yang tidak sehat ditambah lagi akan memperburuk konfigurasi politik daerah dan demokrasi lokal yang buruk. Jika praktek-praktek semacam ini terus dijadikan instrumen untuk membentuk opini,agitasipublik dan instrument untuk meakumulasi suara dalam setiap kontestasi pilkada yang dilakukan di Tanah Bumbu jelas akan memperburuk Demokrasi lokal dan rawan akan konflik horizontal dikalangan grass Rood. Prihal politik uang yang massif yang dilakukan secara gemblang merupakan praktek yang sangat tidak sehat dilakukan dilain sisi karena akan membawa dampak buruk bagi konfigurasi dan demokrasi lokal ditambah lagi dampak lain yang akan timbul adalah lahirnya pola pikir yang oportunime di masyarakat khususnya di kalangan muda jelas hal ini tidak bisa di diamkan dan harus segera di selesaikan sekalipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan berkelanjutan.

Ditengah multidimensidaerahtentunya peran pemuda menjadi determinan dalam penyelesaian masalah ini dan juga peran lembaga federasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Bumbu tentunya sangat diperlukan. Ekspektasikadang tidak sesuai dengan realita dilapangan hal ini begitu dirasakan, justru ditengan multidimensionalKomite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Bumbusebagai lembaga federasi kepemudaan yang memiliki fungsi sebagai wadah perjuangan pemuda, sebagai forum komunikasi dan penyalur aspirasi Organisasi Kemasyarakatan Pemudaserta menjadi laboratorium pemuda justru tidak hadir menunjukan perannyasebagai wadah khazanah atas solusi terkaitmultidimensidaerah, seharusnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Bumbu lebih aktif menunjukan perannya dan kontribusinyaterhadap pemuda dan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.

Ironis sekali jika Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanah Bumbu hari ini hanya menunjukan perannya di momen-memen tertentu seperti terkesan hanya memiliki kesadaran dan kepedulian momentual serta kepentingan tertentu yang ramai ketika menjelang musda, kongres dan menjelang Pilkada. Jika kondisi KNPI terus seperti ini konsekuensi logis yang akan diterima oleh KNPI tanah Bumbu adalah memburuknya citra serta lunturnya legitimasi pemuda danmasyarakat tanah Bumbu terhadap lembaga federasi kepemudaan ini. Hal itu tentunya tidak boleh terjadi, untuk mencegah dampak buruk yang akan menerpa KNPI, tentunya KNPI harus kembali kepada perannya sebagai mana mestinya.

Menggembalikan Fungsi KNPI Tanah Bumbu dan menjadikan KNPI Sebagai Lokomotif Kemajuan Pemuda dan Daerah

Menghindari dampak buruk yang akan diterima oleh KNPI Tanah Bumbu seperti memburuknya citra serta lunturnya legitimasi pemuda dan masyarakat tanah Bumbu akibat hilangnya peran lembaga ini atasmultidimensidaerahyang terjadi akhir-akhirini, tentunya KNPI harus kembali kepada Fungsinya sebagai mana mestinya.Perlu kita ingat KNPI memilki empat fungsi yang dimana dalam salah satu poin itu mempertegas KNPI sebagai sebuah wadah perjuangan pemuda yang seharusnya KNPI bisa menjadi episentrum dan organ yang mampu mestimulus sebuah gerakan anak muda di daerah Tanah Bumbu sehingga mampu meningkatkan derajat, taraf hidup, status kesejahtraan sosial masyarakat dengan mencoba menjadi mitra kritis atau mitra starategis pemerintah. Dilain sisi juga KNPI memuliki fungsi sebagai perekat kemajemukan, ditengan kemajemukan yang ada ditanah bumbu seharusnya KNPI bisa mengambil peran sebagai sebuah organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi yang harus juga di tularkan dan diajarkan ke pemuda tanah bumbu sehingga nilai-nilai itu akan menjadi residu positifyang akan terus ada dan akan selalu di manifestasikan dikehidupan bermasyarakat, sehingga isu-isu identitas tidak akan perna menjadi instrument politik di daerah. Selain sebagai sebuah wadah perjuangan pemuda dan perekat kemajemukan KNPI juga berfungsi sebagai laboratorium kader bangsa yang independen dan berwawasan kebangsaan seharusnya dengan fungsi yang seperti ini Anggota KNPI tidak melulu berpikir tentang politik seperti menjadi anggota legislatif ataupun eksekutif apalagi terjebak pada politik praktis yang membuat lupa akan fungsinya sebagai laboratorium kader bangsa yang memilki kawajiban atas terciptanya kader bangsa yang independen dan berwasasan kebangsaan. Diera seperti sekarang ini KNPI seharusnya bisa menjadi lokomotif bagi kemajuan pemuda dan Kabupaten Tanah Bumbu, untuk menuju kesana KNPI tentunya harus ambil peran pada semua aspek kehidupan kepemudaan sehingga lembaga ini bisa menjadi lokomotif kemajuan pemuda dan Daerah. Beberapa hal fundamental yang harus KNPI Tanah Bumbu lakukan. Yang pertama mempertegas posisi, orientasi dan eksistensinya di daerah, dengan mencoba membuat aktivitas-aktivitas peningkatan Sumber daya manusia secara intelektualitas, moralitas keagamaan, serta kreatifitas dan keterampilan pemuda menuju masyarakat yang berdaya saing dan sejahtera. Yang kedua Anggota KNPI harus memiliki kemajuan secara pemikiran dan teknologi serta memiliki rasa kepekaan yang tinggi terhadap problem sosial yang ada di daerah. Yang ketiga Menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada pemuda, sehingga akan muncul semangat profesi didalam jiawa pemuda, sehingga KNPI bisa menjadi lokomotif kemajuan pemuda dan Daerah.

“Kelakar (Gurauan) Epilok Penulis
Jangan nunggu di kritik baru timbul perannya, Jangan nunggu bencana baru timbul kepeduliannya, Jangan nunggu akhir jabatan baru cepat-cepat dituntaskan tugasnya.”

Facebook Comments