Munas Lapenmi ke-III: Rendhika Sebut Generasi Milenial Memiliki Tanggung Jawab Sebagai Agen Of Change

Munas Lapenmi ke-III: Rendhika Sebut Generasi Milenial Memiliki Tanggung Jawab Sebagai Agen Of Change

- in Pendidikan
76
0

Jakarta, Visioner.id- Mengingat betapa pentingnya Pendidikan dari generasi ke generasi untuk membangun suatu bangsa yang kuat dan beradab sebagai Lembaga Pendidikan yang focus menyoroti soal isu Pendidikan nasional, untuk pertama kalinya Bakornas Lapenmi PB HMI menggelar webinar Pendidikan secara hybrid dalam acara Musyawarah Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Munas Lapenmi) PB HMI ke-III dengan tema “Peran Pemuda Milenial dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional” pada Minggu (10/10/2021).

Acara yang berpusat di Gedung Graha Insan Cita Depok tersebut menghadirkan beberapa pemateri dari kalangan milenial antara lain; Rendhika D Harsono selaku ketua umum Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Umiroh Fauziah sebagai ketua umum Kohati PB HMI, dan Nur Cholist Syam yang juga mantan Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam periode 2015-2017, serta Safurotun Ziah bertindak sebagai moderator.

Webinar tersebut, diikuti oleh 60 peserta offline dan online dari beberapa cabang seperti Cabang Surabaya, Cabang Serang, Cabang Jambi, Cabang Gowa Raya, serta Cabang Sukabumi. sementara partisipan lainnya terlihat hadir online melalui zoom meeting.

Ketua Umum Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Rendhika D Harsono mengatakan di era digital hari ini 50% generasi milenial atau Gen Z memiliki tanggung jawab sebagai Agen Of Change/agen perubahan karena generasi milenial dianggap generasi yang mudah beradaptasi, melek teknologi, serta memiliki pemikiran yang terbuka.

“Namun, permasalahan dari kaum milenial Indonesia saat ini, disamping akrab dengan internet mereka cenderung tidak dapat membedakan kegiatan positif dan negatif serta mudah terpengaruh yang membuat kehilangan identitas diri sebagai bagian dari bangsa ini”, ujarnya.

Rendhika juga menegaskan perlu adanya upaya penguatan karakter ke-bangsaan dikalangan milenial melalui Pendidikan dengan memaksimalkan peran Pendidikan, tidak hanya Pendidikan formal seperti disekolah.

“Pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan keorganisasian seperti halnya di Organisasi kepemudaan Lapenmi ini”, imbuh Rendika.

Ia juga menyebut bahwa Pendidikan Indonesia masih membutuhkan perbaikan atau evaluasi dalam regulasi system Pendidikan.

Tidak hanya itu, menurutnya organisasi Lapenmi PB HMI harus mampu mengadvokasi dan terus memberikan pendampingan untuk terciptanya generasi yang berwawasan dan berkarakter.

“evaluasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebuyaan, riset, dan teknologi (Kemendikbudristekdikti) juga harus dilakukan”, tutupnya.

Facebook Comments